Sejarah Cengkeh Bagian 3 – Bangsa Eropa Menemukan Jalan ke Asia

Pada bagian ini diulas bagaimana bangsa Romawi menjadi konsumen rempah-rempah yang besar dan berusaha mematahkan monopoli bangsa Arab dalam bisnis perdagangan rempah-rempah.

Era Romawi

Bisnis perdagangan rempah-rempah yang didominasi oleh bangsa Arab selama 600 tahun sangatlah ‘basah’. Bangsa barat, dalam hal ini Romawi, sangat penasaran akan asal rempah-rempah ini dan bertekad mematahkan monopoli bangsa Arab. Pada 332 SM, Alexander The Great menaklukan Mesir (yang juga merupakan titik transit penting dari Spice Route, menghubungkan Kerala dengan Afrika Utara dan Mediterania) dan menetapkan Alexandria sebagai pelabuhan untuk perluasan spice trade ke Eropa via Mediterania (Yunani dan Romawi) dan titik penarikan pajak ekspor bagi bangsa Arab yang hendak berdagang melalui Alexandria.

Alexandria menjadi semakin makmur dengan pemasukan bea cukai dari perdagangan rempah-rempah ini. Kota yang sebelumnya hanyalah sebuah kota tua ini kini berkembang menjadi pusat kekuatan angkatan laut dan militer, sedemikian kuatnya hingga pada 150 SM kawasan laut Mediterania disebut “Mare Nostrum” (Our Sea).

Pada era yang sama, 146SM, bangsa Yunani jatuh dan banyak orang Yunani yang menjadi budak dan pelayan bangsa Romawi. Bangsa Yunani dikenal sebagai bangsa yang menggunakan banyak rempah-rempah dalam masakannya. Dengan banyaknya jurumasak Yunani yang dibawa ke Romawi sebagai budak, gaya kuliner Yunani pun mulai diadaptasi oleh bangsa Romawi dan hal ini menjadikan bangsa Romawi konsumen rempah-rempah yang sangat besar. Pada 80 SM Alexandria resmi diserahkan oleh Yunani ke tangan Romawi dan menjadi pusat perdagangan international terbesar dan pasar utama perdagangan rempah-rempah yang dikontrol oleh bangsa Arab, khususnya Nabataeans dari Arab utara yang bersekutu dengan Roma. Namun, beberapa tua-tua bangsa Romawi mulai mengkhawatirkan akan tingginya kebutuhan mereka akan rempah-rempah dan arus emas Romawi yang mengalir deras ke Asia karenanya. Salah satu tua-tua itu adalah Pliny the Elder, yang bertekad untuk menemukan kebenaran tentang sumber rempah-rempah daripada percaya dengan dongeng yang diciptakan oleh bangsa Arab.

Dari catatan sejarah diketahui bahwa Yunani (sekitar 116 SM) berhasil berlayar dengan dukungan ‘trade winds’ mencapai Kerala, India. Ini berdampak terbukanya perdagangan rempah-rempah bangsa Mesir dengan India (sangat kecil dibandingkan dengan perdagangan bangsa Arab). Namun, ketika Romawi mengambil alih Alexandria, jalur perdagangan dan pengetahuan tentang ‘trade winds’ ini seakan hilang.

Bangsa Romawi akhirnya menyerang Arab pada tahun 24 SM. Tetapi serangan ini tidak berhasil dan malah mempermalukan Romawi, yang semakin bertekad untuk mematahkan monopoli Arab. Pengetahuan tentang perdagangan rempah-rempah akhirnya lambat laun terkumpul dan pada tahun 40 M seorang pedagang Yunani bernama Hippalus mengungkap rahasia ‘East Indian trade winds’, rahasia yang berhasil dikubur oleh bangsa Arab selama hampir satu milenium. Ternyata, monsoon yang berperan dalam pertumbuhan lada di India berbalik arah di pertengahan tahun sehingga perjalanan dari Laut Merah (pantai Mesir) ke India dan sebaliknya dapat dicapai dalam waktu jauh lebih singkat dan aman dari yang selama ini bangsa Romawi bayangkan. Sejak itu hubungan perdagangan Romawi langsung dengan India tumbuh subur dan monopoli Arab terpatahkan.

MonsoonAngin monsoon senantiasa bertiup di subkontinen India dan Asia Tenggara, dari arah barat daya pada bulan May hingga September dan dari timur laut pada bulan Oktober hingga April.

<< Kembali ke Sejarah Cengkeh – Bagian 2: Perjalanan Cengkeh di Asia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s