Sejarah Cengkeh – Bagian 2: Perjalanan Cengkeh di Asia

Kembali ke tulisan Sejarah Cengkeh Bagian 1, bangsa Arab pada 950 SM telah mulai menjelajah ke Cina dan India untuk mendapatkan rempah-rempah dan menjadi “middlemen” antara Asia dan Eropa. Di Asia sendiri catatan sejarah mengenai cengkeh ditemukan pada 600 SM di India. Berikut adalah beberapa bukti sejarah yang dapat kami rangkum.

600SM – India
Catatan tertulis mengenai cengkeh ditemukan dalam kitab Weda, kitab suci bangsa Aria dari India Utara. Bangsa Aria adalah bangsa yang membangun peradaban Hindu dan Budha dan menyebarkannya ke seluruh penjuru Asia. Kitab Weda ditulis dalam bahasa Sansekerta pada tahun 1700 SM – 800 SM (era Hindu) dan 800 – 350 SM (era Budha). Bangsa Aria telah menggunakan rempah-rempah sejak awal peradabannya, namun perkenalan mereka dengan cengkeh tercatat dalam era Budha. Cengkeh diperkirakan mencapai India melalui Malaysia karena “lavanga” (bahasa Sansekerta untuk cengkeh) berasal dari bahasa Melayu, bunga lavanga. (Catatan: Cengkeh dalam bahasa Bali “wunga lawang” dan dalam bahasa Gayo “bungeu lawang”.) Cengkeh juga muncul dalam cerita epik Ramayana yang ditulis oleh bangsa India antara tahun 350 SM dan 1M.

Antara 600SM – 1400 M para misionaris dan pedagang India menjelajah kawasan Asia untuk menyebarkan ajaran Hindu dan Budha serta memperdagangkan rempah-rempah, salah satu komoditi terpenting saat itu. Penjelajahan mereka meliputi Cina dan seluruh Asia Tenggara, termasuk kepulauan Maluku dimana mereka mendapatkan cengkeh.

350SM – Melayu
Tidak hanya India saja yang aktif berdagang rempah-rempah. Sekitar tahun 350SM bangsa Melayu dari semenanjung Malaysia membuka jalur perdagangan Malaka, yakni jalur laut yang routenya mencakup Cina, Malaka, India dan Sri Lanka.

206 SM – Cina
Dari Cina tercatat Dinasti Han, 206 BC / SM – 220 AD / M, memanfaatkan keharuman cengkeh sebagai penyegar nafas. Semua yang hendak bertemu dan berinteraksi dengan Kaisar Cina diharuskan mengulum atau mengunyah cengkeh untuk menghindarkan kaisar dari bau nafas tak segar.

200SM

Bukti linguistik dan arkeologi menunjukkan bahwa penduduk Molluca (kepulauan Maluku) telah memperdagangkan cengkeh sampai ke Cina, India, bahkan Arab nun di barat sana.

100SM

Pedagang Arab membuka jalur perdagangan maritim ke India, Cina, dan seluruh kepulauan Melayu dan berdagang langsung dengan penduduk Maluku.

Tulisan selanjutnya: Sejarah Cengkeh Bagian 3: Bangsa Eropa Menemukan Jalan ke Asia >>

<< Kembali ke Sejarah Cengkeh Bagian 1: Cengkeh Rempah-rempah Purbakala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s